Badan Standardisasi Nasional Badan Standardisasi Nasional
 
Bookmark and Share
ISO Workshop untuk Mendukung Kebutuhan Negara Berkembang di Bidang Standardisasi :


10/03/2010

Untuk mendukung kebutuhan negara-negara berkembang dalam mengingimplementasikan ISO Strategic Plan 2011-2015, International Organization for Standardization (ISO) mengadakan beberapa seri workshop untuk negara berkembang menurut kawasan masing-masing. Untuk kawasan Asia Timur, Asia Tenggara, dan Asia Selatan, maka Indonesia, melalui BSN, memperoleh kepercayaan ISO untuk menjadi tuan rumah workshop tersebut.

Badan Standardisasi Nasional (BSN), yang mewakili Indonesia sebagai anggota ISO, menjadi penyelenggara ISO Regional Workshop on Developing Country Strategy and Planning di Kuta-Bali pada tanggal 10 – 12 Maret 2010. Workshop dihadiri oleh 17 peserta yang merupakan pegawai senior badan standardisasi dari 14 negara yaitu China; Fiji; Indonesia; Malaysia; Myanmar; Thailand; Singapura; Viet Nam; Nepal; Cambodia; Lao PDR; Sri Lanka; Bangladesh; Islamic Rep. of Iran; dan Bhutan. Workshop ini merupakan kelanjutan seri sebelumnya dimana pertama kali diselenggarakan di Accra, Ghana pada Desember 2009 dan kedua di Amman, Yordania pada bulan Januari 2010.

Workshop dibuka pada hari Rabu pagi (10/03/2010) oleh Kepala BSN, Dr. Bambang Setiadi, yang juga merupakan Ketua ISO DEVCO (Developing Country) untuk masa jabatan tahun 2010. Dalam sambutannya, Dr. Bambang Setiadi mengemukakan 3 prinsip utama yang harus menjadi perhatian DEVCO yaitu pertama, apa saja yang dibutuhkan oleh negara berkembang dalam lima tahun kedepan di bidang standardisasi; kedua, apa yang akan direkomendasikan untuk membantu kebutuhan negara-negara berkembang; serta ketiga, bagaimana menyediakan forum diskusi tentang semua aspek standardisasi dan kegiatan terkait di negara-negara berkembang.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Bambang Setiadi juga menginformasikan tentang pengalaman keberhasilan Indonesia dalam mengelola promosi standardisasi untuk dunia pendidikan melalui MoU dengan 18 perguruan tinggi. Selain itu diinformasikan juga tentang dukungan BSN kepada pemerintah Indonesia dalam program konversi energi dari minyak tanah ke gas dengan menetapkan 5 SNI yang digunakan dalam produksi 40 juta tabung gas.

Dr. Bambang Setiadi juga menyampaikan mengenai dukungan BSN untuk penerapan standar helm untuk pengendara sepeda motor yang akan mulai diberlakukan secara wajib tanggal 1 April 2010 serta Gerakan Nasional Penerapan Standar Nasional Indonesia (GENAP SNI) dalam rangka pelaksanaan China-ASEAN Agreement on Trade in Goods (CAFTA).

Agenda pembahasan workshop pada hari pertama meliputi sistem ISO, ISO dan negara berkembang, identifikasi challenges serta masalah yang dihadapi National Standard Body (NSB) terkait dengan building capacity dan partisipasi dalam standardisasi internasional. Di hari kedua difokuskan untuk perumusan tindakan/rencana aksi untuk merespon tantangan atau memecahkan masalah yang dihadapi negara berkembang anggota ISO. Sementara di hari terakhir adalah merumuskan key objectives untuk ISO Action Plan 2011-2015, penjelasan keuntungan yang diperoleh dari program-program ISO, dan validasi key objectives 2011-2015 untuk wilayah negara-negara peserta workshop.

Dalam workshop, para peserta diharapkan berpartisipasi aktif dalam memetakan keuntungan yang diperolehnya berdasarkan nilai tambah ISO serta menetapkan usulan agar ISO dapat memenuhi harapan negara-negara berkembang serta para pemangku kepentingannya. Dengan demikian negara-negara berkembang dapat menyuarakan kebutuhan dan persyaratan kegiatan standardisasinya maupun hal yang terkait lainnya. Peserta juga diharapkan dapat bertukar pikiran tentang bagaimana ISO dapat memberikan kontribusi bagi usaha-usaha pengembangan yang dilakukan badan standardisasi masing-masing.


Workshop juga turut dihadiri oleh ISO Regional Liaison Officer (RLO) for East and Southern East Asia, Ms. Fadilah Baharin dan Deputi Bidang Informasi dan Pemasyarakatan Standardisasi BSN, Dewi Odjar Ratna Komala, selaku Plt. Deputi Penelitian dan Kerjasama Standardisasi. Peserta Indonesia dalam workshop ini diwakili oleh Kepala Pusat Perumusan Standar BSN, T.A.R. Hanafiah; serta Kepala Pusat Pendidikan dan Pemasyarakatan Standardisasi BSN, Tisyo Haryono.

Fasilitator dari ISO yang berperan dalam workshop ini terdiri dari Mr. Alex Inklaar, tenaga ahli dari Jerman, serta tiga orang dari Sekretariat ISO yang terdiri dari Mr. Beer Budoo, Director of Development and Training Service (ISO/DEVT); Mrs. Sari Rajakoski, Manajer ISO/DEVT; Mrs. Roswitha Franz, Manajer Proyek ISO/DEVT. (hks/ret/arf)

 


Berita terkait :
Hasil ISO Workshop untuk Negara Berkembang

 
   
Untitled Document /** * * */