Rabu, 2 Mei 2012 07:18 WIB
Laporan Reporter Tribun Jogja, Victor Mahrizal
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Meski baru dalam skala kecil, industri kecil
menengah (IKM) logam yang tersebar di Kota Yogyakarta mempunyai prospek
yang baik untuk dikembangkan menjadi industri logam yang tangguh
terutama untuk produk otomotif.
“Kami melihat potensinya sangat bagus terutama yang paling menonjol
adalah custom bike, bahkan pemerintah mendorong industri ini menjadi
destinasi costum bike nasional,” kata Kabid Industri Logam, Sandang dan
Aneka (ILSA) Dinas Perindustrian Perdagangan Kopewrasi dan UMKM DIY,
Polin MW Napitupulu, Selasa (1/5).
Ia mengatakan hasil industri logam di Yogyakarta banyak macamnya mulai
dari alumunium, tembaga, perak, monel dan besi dengan produk antara lain
alat perkakas rumah tangga dan spare part dengan kualitas yang sudah
lumayan baik.
Meski demikian permasalahan yang dihadapi IKM logam tersebut memang
cukup komplek, mulai dari terbatasnya penggunaan teknologi, kapasiatas
produksi yang belum besar, dan jaringan pemasaran yang masih sangat
terbatas.
“Secara kualitas sudah memenuhi kulaitas pasar duni dan diinginkan
negara tetangga seperti Singapura, Malaysia dan Thailand, tapi kami juga
terus mendorong produk mereka memenuhi standar ekspor,” kata Pollin.
Khususnya bidang custom bike, pihkanya berharap industri tersebut terus
berkembang karena industri logam yang terkait dengan industri kreatif
ini tidak banyak dimiliki daerah lain. Custom bike diharapkan mampu
mengangkat industri kreatif Kota Gudeg.
“Salah satu yang menjadi perhatian kami adalah Retro Classic Cycle. Pada
6-7 Oktober nanti mereka akan menggelar Kustomfest di Jogja Expo Center
(JEC). Kami akan mendukung acara tersebut menjadi sebuah ajang bertaraf
nasional,” jelasnya
Saat ini, lanjutnya ada sebanyak 150 IKM logam yang ada di Yogyakarta,
sedikit demi sedikit para pelaku industri tersebut mulai memperbaiki
manajemen mereka dan mempunyai visi untuk berkembang sebagai eksportir
baru yang prospektif.
Pihaknya berharap bisa menggiring para pelaku industri logam di
Yogyakarta agar mau menerapkan lisensi SNI. Pasalnya hal tersebut memang
menjadi tantangan tersendiri, karena biaya untuk memperoleh SNI tidak
sedikit yakni antara Rp 10-15 juta.
"Kami pun tidak bisa memaksa mereka harus semua berlisensi ISN karena
tergantung pada kapasitas mereka, tetapi secara berkesinambungan akan
kami lakukan pembinaan agar mereka mampan dan mau mendaftarkan SNI,”
tutupnya. (*)
Sumber : TRIBUNJOGJA.COM
Link : http://jogja.tribunnews.com/m/index.php/2012/05/02/motor-custom-bike-paling-digemari-bikers
Badan Standardisasi Nasional
Gedung Manggala Wanabakti, Blok IV lantai 3-4. Jl. Gatot Subroto. Senayan - Jakarta 10270 - Indonesia.
Telp : 021-5747043 Fax : 021-5747045. email : bsn@bsn.go.id, website: www.bsn.go.id