Badan Standardisasi Nasional Badan Standardisasi Nasional
 
Bookmark and Share
Pemerintah Dorong P3DN untuk APBN :


18/05/2012
Kliping Berita

JAKARTA (Suara Karya): Pemerintah akan terus mendorong peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN). Khususnya terkait penggunaan anggaran belanja modal dan barang dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

"Belanja barang dan modal pada APBN 2012 sebesar Rp 340 triliun atau 34,28 persen dari total anggaran. Seharusnya dapat dioptimalkan untuk menggunakan produk dalam negeri," kata Menteri Peerindustrian (Menperin) MS Hidayat dalam pembukaan pameran "Gelar Sepatu, Kulit, dan Fashion Produksi Indonesia 2012" di Jakarta, Rabu (16/5).

Pameran yang menampilkan produk alas kaki, penyamakan kulit, tekstil, dan garmen ini dilaksanakan bersamaan dengan pameran "Made in Indonesia" di JCC Senayan, Jakarta, pada 16-19 Mei 2012.

Menurut Hidayat, peraturan memberikan preferensi harga untuk produk dalam negeri pada proses belanja barang dan modal di kementerian dan lembaga negara. Namun saat ini batasannya maksimal sebesar 15 persen di atas harga barang impor atau produksi negara lain. Maksud dari preferensi ini, bila harga produk dalam negeri lebih mahal hingga 20 persen dibanding produk impor misalnya, maka kementerian/lembaga negara harus memilih produk dalam negeri.

"Saya sudah menyurati Kementerian PPN/Bappenas dan Kementerian Keuangan agar dapat memberikan preferensi hingga 20 persen. Ini perlu dilakukan, karena perbedaan harga barang-barang dari China misalnya dengan barang Indonesia, lebih dari 20 persen. Barang China bisa murah, karena mereka mendapat kelonggaran pajak dari pemerintahnya sebesar 13,5 persen untuk ekspor skala besar," tuturnya.

Di lain pihak, pemerintah juga melakukan sejumlah langkah dalam meningkatkan produktivitas industri di dalam negeri. Seperti restrukturisasi mesin industri agar lebih efisien dan efektif, meningkatkan kecukupan bahan baku, menambah kualitas sumber daya manusia serta perbaikan pelayanan.

Sedangkan dalam menghadapi kawasan perdagangan bebas, pemerintah juga sudah mengupayakan penerapan standar nasional Indonesia (SNI) wajib, kebijakan tata niaga serta optimalisasi penggunaan produk dalam negeri.

Sekadar informasi, pameran "Gelar Sepatu, Kulit dan Fashion Produksi Indonesia 2012" yang mengambil tema "Buatan Indonesia untuk Kita dan Dunia" menampilkan 215. Acara ini digelar bersamaan dengan "Made in Indonesia Expo dan Conference 2012" dengan tema "Aku Cinta, Aku bangga, Aku Pakai Produk Dalam Negeri yang menampilkan 197 peserta.

Direktur Utama Debindo Multi Adhiwasti (penyelenggara pameran) Dwi Karsono mengatakan, pameran Made in Indonesia Expo & Conference 2012 memadukan kegiatan pameran dan konvensi. Dalam hal ini, pameran mengusung aneka potensi dan prestasi produk Indonesia serta membangkitkan kedasaran masyarakat untuk terus menggunakan maupun menjaga produk dalam negeri. (Andrian)

Sumber : suarakaryaonline.com, Jumat 18 Mei 2012

Link http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=303498