Satu sertifikat diterima dimanapun transaksi diadakan. Itulah harapan organisasi International Accreditation Forum (IAF) dan International Laboratory Accreditation Cooperation (ILAC). Untuk itu IAF mempunyai program Multilateral Recognition Arrangement (MLA) dan ILAC mempunyai program Mutual Recognition Arrangement (MRA). Sampai saat ini IAF telah mengoperasikan MLA untuk ruang lingkup sistem manajemen mutu/QMS (SNI ISO/IEC 9001), sistem manajemen lingkungan/EMS (SNI ISO/IEC 14001) dan sertifikasi produk.
Komite Akreditasi Nasional (KAN) sebagai badan akreditasi nasional di Indonesia telah menandatangani IAF MLA untuk 3 ruang lingkup MLA tersebut, setelah di peer evaluasi oleh suatu Tim terdiri atas anggota IAF MLA dan dinyatakan memenuhi persyaratan internasional, yaitu ISO/IEC 17011. Pada bulan Juli 2012 (tahun ini), KAN akan di re-peer evaluasi oleh Tim terdiri atas anggota IAF MLA untuk perpanjangan penandatanganan IAF MLA.
Selaras dengan langkah IAF, ILAC juga telah mengoperasikan MRA untuk ruang lingkup laboratorium kalibrasi dan penguji (SNI ISO/IEC 17025), laboratorium medis (SNI ISO 15189), dan lembaga inspeksi (SNI ISO/IEC 17020). KAN sebagai badan akreditasi nasional di Indonesia telah menandatangani ILAC MRA untuk ruang lingkup laboratorium kalibrasi dan penguji, serta lembaga inspeksi, setelah di peer evaluasi oleh suatu Tim terdiri atas anggota ILAC MRA dan dinyatakan memenuhi persyaratan internasional, yaitu ISO/IEC 17011. Pada bulan Juli 2012 (tahun ini), KAN akan di re-peer evaluasi oleh Tim terdiri atas anggota ILAC MRA untuk perpanjangan penandatanganan ILAC MRA.
Pada tanggal 27 April sampai 5 Mei 2012, diselenggarakan sidang Joint IAF-ILAC Mid Term, bertempat di The InterCity Hotel Frankfurt, Germany. Dalam sidang tersebut disepakati antara lain IAF akan menambah ruang lingkup baru untuk MLA, yaitu sertifikasi personel (ISO/IEC 17024), sertifikasi sistem manajemen keamanan pangan (FSMS ISO 22000), sertifikasi sistem manajemen sistem informasi (ISMS ISO 27001), dan sertifikasi sistem manajemen peralatan medis (ISO 13485). Sedang ILAC sepakat akan menambah ruang lingkup baru untuk MRA, yaitu Proficiency Testing Provider (ISO/IEC 17043) dan Reference Material Producers (ISO G 34 + ISO/IEC 17025). Dari Indonesia hadir dalam sidang Joint IAF-ILAC Mid Term ini, Sdr. Suprapto, Sekretaris Jenderal KAN.
Hasil sidang lainnya yang penting antara lain masa transisi untuk ISO/IEC 17021, ISO/IEC 17024 disepakati selama 2 tahun, sedangkan untuk ISO/IEC 17065 dan ISO/IEC 17020 diusulkan masa transisi selama 3 tahun. Kemudian IAF telah membangun bank data terkait Foreign Critical Location (FCL). Semua badan akreditasi penandatangan IAF MLA harus melaporkan FCL yang ada kepada IAF untuk dimasukkan dalam bank data dan diupload pada website IAF agar dapat diakses oleh stakeholder.
|