Iptek Voice : Indonesia Butuh SDM Handal di Bidang Standardisasi - BSN - Badan Standardisasi Nasional - National Standardization Agency of Indonesia - Setting the Standard in Indonesia ISO SNI WTO
Iptek Voice : Indonesia Butuh SDM Handal di Bidang Standardisasi :
07/06/2012
Badan Standardisasi Nasional (BSN) bersama dengan Forum Pendidikan Standardisasi (FORSTAN) telah bekerja sama mengembangkan program S2 Standardisasi. Tujuan utama program S2 Standardisasi adalah menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten di bidang standardisasi dalam rangka mendukung peningkatan daya saing nasional. Kepala Pusat Pendidikan dan Pemasyarakatan Standardisasi BSN, Tisyo Haryono menjelaskan, pada tahun 1994, Indonesia telah meratifikasi perjanjian WTO, melalui UU No. 7 Tahun 1994 dimana Indonesia masuk dalam era globalisasi dan Indonesia sudah komit untuk masuk era global (global supply chain) yang tentunya arus pasokan barang menuntut adanya standar. “Standar menjadi bahasa kedua setelah uang yang akan memperlancar setiap transaksi dan menjamin transparansi,” kata Tisyo pada siaran Iptek Voice, 6 Juni 2012.Standar adalah instrumen utama peningkatan mutu produk yang bermuara pada peningkatan daya saing produk di pasar domestik dan global.Untuk mengetahui secara baik tentang standar, maka perlu ditingkatkan kompetensi sumber daya manusia dibidang standar yang tidak bisa didapat dalam waktu cepat. Tentunya hal tersebut harus melalui program pendidikan. “Karena itu kami sekarang sangat giat melakukan kampanye pendidikan di bidang standardisasi,” imbuh Tisyo.Dengan adanya SDM yang memiliki kompetensi di bidang standar produk, maka lambat laun daya saing produk nasional bisa tercapai. Pendidikan standardisasi ini lebih intensif dilakukan terutama pada tingkat perguruan tinggi. Maka dari itu, pengembangan program S2 di bidang standarisasi kini dilakukan BSN.Untuk level perguruan tinggi BSN bekerjasama dengan berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta. BSN sudah menandatangani MoU dengan 30 Universitas di Indonesia, terbaru kemarin 31 Mei 2012 dengan Universitas Cenderawasih di Papua. MoU ini berisikan kerjasama bagaimana mengembangkan pendidikan standarisasi melalui pendidikan dan pelatihan baik itu teori maupun penerapannya, bagaimana meningkatkan partisipasi para pakar di perguruan tinggi, bagaimana meningkatkan kompetensi laboratorium di perguruan tinggi, melakukan pertukaran informasi dan riset dan diseminasi hasil riset. Penerapan mata kuliah standardisasi di 8 Universitas, UNDIP, UBAYA, USAKTI, ITB, UGM, UNHAS, IPB, UI sudah diikuti oleh 999 mahasiswa. Dradjad Irianto, Ketua Manufacturing System Research Group ITB mengatakan di ITB sendiri, program S2 Standardisasi akan diselenggarakan di Fakultas Teknologi Industri. Yang diajarkan pada program ini adalah infrastruktur mutu yang terdiri dari 3 pilar, yaitu Metrologi, Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian. Setelah mengikuti program S2 Standardisasi ini ditargetkan para lulusan dapat menjadi standards developer, standards implementator-evaluator dan standards innovator dimanapun mereka bekerja/berkarya (sumber: ristek.go.id)
Badan Standardisasi Nasional
Gedung Manggala Wanabakti, Blok IV lantai 3-4. Jl. Gatot Subroto. Senayan - Jakarta 10270 - Indonesia.
Telp : 021-5747043 Fax : 021-5747045. email : bsn@bsn.go.id, website: www.bsn.go.id