Badan Standardisasi Nasional Badan Standardisasi Nasional
 
Bookmark and Share
Impor Produk Otomotif Membengkak :


06/08/2012
Kliping Berita

JAKARTA - Permintaan kendaraan bermotor yang terus meningkat selama 6 bulan pertama tahun ini mendorong lonjakan impor produk otomotif hingga 45% menjadi US$4,93 miliar.

Lonjakan impor tersebut juga diikuti pertumbuhan ekspor 46% menjadi US$2,34 miliar pada periode yang sama.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, nilai impor kendaraan dan bagiannya pada Juni mencapai US$911,9 juta, turun 1,6% dibandingkan dengan pencapaian Mei sebesar US$927,3 juta.

Selama paruh pertama tahun ini, impor meningkat US$1,53 miliar dari pencapaian pada periode yang sama tahun lalu senilai US$3,4 miliar.

Ketua Umum I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D. Sugiarto mengatakan lonjakan nilai impor kendaraan bermotor dan bagiannya dipicu oleh meningkatnya permintaan dalam negeri.

"Jika penjualan mobil di dalam negeri meningkat, kebutuhan komponen juga akan naik," katanya, Jumat (3/8).

Saat ini, lanjutnya, beberapa prinsipal masih memasok komponen dari luar negeri untuk perakitan mobil di dalam negeri.

Menurutnya, pulihnya pasokan mobil secara utuh (completely built up/CBU) dari Jepang dan Thailand turut memacu pertumbuhan nilai impor.

Pada awal tahun, impor mobil CBU sempat terhambat akibat bencana tsunami di Jepang dan banjir besar di Thailand. Namun, memasuki kuartal II, produksi mobil di Jepang dan Thailand mulai lancar.

Kepala Pusat Pengkajian Kebijakan dan Iklim Usaha Industri (BPKIMI) Kementerian Perindustrian Harris Munandar mengatakan lonjakan nilai impor di sektor otomotif disebabkan kapasitas produksi belum mampu memenuhi permintaan domestik yang tinggi.

"Adanya skema IJEPA [Indonesia-Japan Economic Partner ship Agreement] juga mendorong peningkatan impor di sektor tersebut," tuturnya.

Gaikindo mencatat impor CBU selama semester I/2012 naik 31,88% menjadi 54.924 unit dari 41.646 unit pada periode yang sama tahun lalu. Adapun penjualan mobil CBU selama 6 bulan pertama tahun ini mencapai 52.823 unit.

Sementara itu, nilai ekspor kendaraan bermotor dan komponen pada Juni mencapai US$423,4 juta, naik 11,16% dibandingkan dengan pencapaian pada bulan sebelumnya US$381,7 juta.

Selama 6 bulan pertama tahun ini, nilai ekspor produk otomotif itu melonjak 46,77% dari pencapaian periode yang sama tahun lalu senilai US$1,6 miliar.

Lonjakan antara lain dipicu oleh ekspor mobil CBU yang naik 80,31% selama semester I menjadi 90.160 dari 50.002 unit pada paruh pertama tahun lalu. Adapun, ekspor komponen hanya tumbuh 3,3% dari 25,34 juta bagian menjadi 26,19 juta bagian pada semester I/2012.

Gerus Produk Lokal

Ketua Koperasi Industri Komponen Otomotif (KIKO) Indonesia M. Kosasih mengatakan nilai impor komponen yang terus meningkat dikhawatirkan semakin menggerus pasar komponen lokal, terutama buatan industri kecil menengah.

"Kondisi ini menunjukkan pasar komponen masih dikuasai oleh prinsipal utama dari luar Indonesia," katanya, Minggu (5/8).

Namun, dia mengakui pelaku industri kecil menengah (IKM) komponen lokal masih menghadapi banyak permasalahan, a.l. kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap komponen buatan dalam negeri.

Kondisi ini, menurutnya, berimbas pada pelaku industri yang menjadi semakin tidak percaya diri terhadap kualitas produk mereka.

Kosasih meminta agar pemerintah memberikan bimbingan kepada IKM komponen mengenai standardisasi dan pendaf taran merek. "Sebagian besar pelaku belum memahami masalah ini, se hingga banyak produk lokal tanpa merek beredar di pasar," tuturnya.

Saat ini, lanjutnya, KIKO berupaya meningkatkan mutu dan kualitas komponen lokal yang sesuai dengan standar nasional Indonesia (SNI). Kiko juga mendaftarkan sembilan jenis komponen lokal yang sesuai SNI dan siap diluncurkan awal tahun depan.

Dia mengharapkan pemerintah merancang regulasi yang melindungi IKM komponen lokal. Peraturan ini diharapkan dapat meningkatkan porsi komponen lokal dan mengurangi impor komponen yang juga dibarengi dengan pe ningkatan kualitas komponen lokal.

Sumber : Bisnis Indonesia, Senin 6 Agustus 2012, Hal. i8.