 |
|
 |
 |
 |
| |
 Seminar Perjalanan Dinas Luar Negeri Bahas Empat Topik Penting :
|
09/08/2012 |
 Sebagai sarana belajar cepat mengenai perkembangan standardisasi di forum internasional, Pusat Penelitian dan Pengembangan Standardisasi Badan Standardisasi Nasional (BSN) setiap hari Rabu menyelenggarakan Seminar Perjalanan Dinas Luar Negeri (SPDLN) bagi internal BSN. Pada Rabu pagi (08/08/2012), Seminar Pejalanan Dinas Luar Negeri membahas 4 topik yaitu APLAC Evaluator Training Course, Sidang ISO/PC 248, Plenary Meeting ISO TC 207, dan Invitation to attend 15th IECEC Meeting to be held in London, Heathrow. Seminar dimoderatori oleh Kabid Program dan Tata Operasional Penelitian BSN, Untari Pudji Astuti. APLAC Evaluator Training Course Topik pertama disampaikan oleh Kepala Bidang Akreditasi Laboratorium Kalibrasi BSN, Donny Purnomo Januardhi E. Asia Pacific Laboratory Accreditation Cooperation (APLAC) Evaluator Training Course diselenggarakan pada tanggal 2 hingga 4 Juni 2012 di Lebua Hotel, Bangkok, Thailand.
Tujuan menghadiri APLAC Evaluator Training Course adalah partisipasi aktif KAN dalam proses peer-evaluasi dalam rangka saling pengakuan antar badan akreditasi anggota APLAC serta menambah jumlah personel sekretariat KAN yang memenuhi kualifikasi sebagai peer-evaluator APLAC. Dari pelatihan tersebut dapat disimpulkan bahwa materi pelatihan ditujukan untuk memberikan pemahaman peserta terhadap persyaratan MRA dan mengevaluasi kesesuaian dengan persyaratan MRA. Dan peserta yang telah mengikuti pelatihan peer-evaluator APLAC diharapkan dapat berkontribusi dalam APLAC MRA dalam proses peer-evaluasi APLAC sesuai dengan kualifikasi dan latar belakang teknisnya. Sebagai tindak lanjutnya, Donny mengatakan perlu ditetapkan program knowledge-transfer di sekretariat KAN terutama berkaitan dengan persyaratan-persyaratan MRA APLAC serta perlu ditetapkannya program pengembangan kompetensi personel sekretariat KAN untuk mengombinasikan antara latar belakang pendidikan dengan pemahaman tentang standar kompetensi LPK untuk membentuk basis personel akreditasi yang kompeten. Sidang ISO/PC 248 Topik kedua disampaikan oleh Kepala Bidang Mekanika, Elektronika dan Konstruksi BSN, Y. Kristianto Widiwardono. Sidang ISO/PC 248 diselenggarakan pada tanggal 16 hingga 20 April di Chicago, Amerika Serikat. Sidang dihadiri 110 orang dari 30 negara. Delegasi BSN yang hadir dalam sidang tersebut adalah Y. Kristianto W (PPS). Sementara delegasi lainnya adalah Iryan (Kementerian ESDM) dan Aslam Kalyubi (APROBI).
Tujuan hadirnya BSN dalam Sidang ISO/PC 248 adalah meningkatkan pemahaman peserta tentang kemajuan pekerjaan ISO/PC 248 dan tantangan yang dihadapi; membahas draft standar ISO 13065 dan menyepakati beberapa issue krusial serta pengembangan Bio Energy sebagai Bahan Bakar Alternatif yang sustainable. Dari hasil Sidang dapat disimpulkan bahwa ISO/PC 248 sudah maju satu tahap dari Working Draft menjadi Committee Draft. Dan supaya kontribusi menjadi efektif maka diperlukan pemahaman yang benar terhadap aturan perumusan standar ISO dan skill negosiasi. Sebagai tindak lanjutnya, telah dilakukan webinar untuk menyepakati teks yang belum selesai, dan hasilnya sudah disampaikan ke Sekretariat WG; serta akan dilakukan ballot mulai akhir September 2012 selama 2 bulan. Sidang PC 248 selanjutnya akan dilaksanakan di Australia, Januari 2013. Diharapkan masih ada kelanjutan project "Strengthening capacity on sustainability criteria for bioenergy in the EAC and SESA regions" dari SIS/Sida. Plenary Meeting ISO TC 207 Topik ketiga kembali disampaikan oleh Kepala Bidang Mekanika, Elektronika dan Konstruksi BSN, Y. Kristianto Widiwardono. Plenary Meeting ISO TC 207 diselenggarakan pada tanggal 24 hingga 30 Juni 2012 di Bangkok, Thailand. Sidang diikuti sebanyak 41 negara. Delegasi BSN selaku Sekretaris Delegasi yang hadir ialah Y. Kristianto Widiwardono (PPS), Mahardhika Akhmad N. (PPS), dan Dewi Komalasari (PALS). Sementara delegasi dari lintas Kementerian adalah Kementerian Kehutanan (3 Orang) selaku Ketua Delegasi dan Kementerian Lingkungan Hidup (2 orang). Tujuan menghadiri Sidang secara umum adalah meningkatkan pemahaman peserta tentang kemajuan pekerjaan ISO/TC 207 dan tantangan yang dihadapi; mengidentifikasi kebutuhan dan prioritas internasional tentang standar manajemen lingkungan; serta berpartisipasi dalam penyusunan standar internasional mengenai manajemen lingkungan dengan memperhatikan kepentingan nasional. Sedangkan secara khusus, Indonesia berkepentingan untuk membahas NWIP Guidelines for establishing good practice to combat land degradation and desertification, di mana Indonesia menjadi co-convenor (wakil ketua); dan membahas draft NWIP GHG Measurement/Monitoring Methodology, dimana Indonesia menjadi proposer (pengusul). Dari hasil Sidang diperoleh kesimpulan bahwa sedang dilaksanakan revisi dari ISO 14001 & 14004; ISO/DIS 14067 akan dilaksanakan DIS ballot ulang; NWIP Land degradation and desertification telah disetujui untuk masuk dalam tahap balloting Committee Draft (CD); dan Draft NWIP Measurement/monitoring methodology disetujui untuk menyusun NWIP dengan lebih rinci. Sebagai tindak lanjutnya, BSN perlu melakukan rapat berkala untuk memonitor dan memberikan masukan dan mendukung Kementrian Kehutanan dalam mengadakan konsultasi dengan para ahli serta BSN perlu mulai berkoordinasi dengan expert terkait di Indonesia untuk mempersiapkan rincian dokumen NWIP GHG Measurement/monitoring methodology sebagaimana diminta. Sidang Certification Management Committee (CMC) IECEE ke-15 Topik terakhir disampaikan oleh Kepala Bidang Prasarana Penerapan standar dan Sistem Jaminan Mutu BSN, Rosalia Surtiasih. Sidang (CMC) IECEE ke-15 diselenggarakan di London, Inggris pada tanggal 27 hingga 28 Juni 2012.
Tujuan menghadiri Sidang (CMC) IECEE ke-15 adalah mewakili Indonesia dalam sidang CMC yang merupakan forum tertinggi IECEE dan mengetahui perkembangan sistem penilaian kesesuaian IECEE, khususnya CB Scheme. Sidang diikuti 37 negara yang terdiri dari 53 Member Body IECEE), terdiri dari 128 aggota delegasi dan 17 observer. Delegasi BSN yang hadir dalam sidang yakni Kepala Bidang Penerapan Standar dan Sistem Jaminan Mutu BSN selaku Anggota/Sekretariat MB IECEE, Rosalia Surtiasih dengan Ketua Delri adalah Kepala Pusat Pengawasan Mutu Barang, Kementerian Perdagangan selaku Anggota Komnas IEC, Kementerian ESDM selaku Observer/Anggota Subkom PPK dan Kepala Seksi Pengembangan Jasa Sertifikasi - PPMB selaku Anggota/NCB BPMB. Dari sidang diperoleh kesimpulan bahwa Indonesia belum optimal dalam memanfaatkan IECEE CB Scheme, baik dari oleh regulator maupun industri kelistrikan dan belum diketahui industri yang menggunakan CB Scheme. Sebagi tindak lanjutnya, Komnas IEC dapat mengambil kebijakan terkait IECEE CB Scheme dan perlunya diindentifikasi industri yang membutuhkan IECEE CB Scheme. KEMCO-ICA Training Program on Energy Efficiency Policy and Technology Topik terakhir disampaikan oleh Kepala Bidang Pertanian, Pangan dan Kesehatan BSN, Tom Abbel Sulendro. KEMCO-ICA Training Program on Energy Efficiency Policy and Technology diselenggarakan pada tanggal 23 hingga 26 Juli 2012 di Seoul, Korea.
Tujuan menghadiri pelatihan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang kebijakan energy management dan energy efficiency; mendapatkan gambaran penerapan energy audit system di Korea, sebagai referensi untuk pengembangan hal serupa di Indonesia; serta meningkatkan kemampuan Indonesian Officials, dalam upaya penerapan EE. Pelatihan diikuti oleh Kepala Bidang Pertanian, Pangan dan Kesehatan BSN, Tom Abbel Sulendro, 4 orang dari Kementerian ESDM, 1 orang dari Kementerian Perindustrian, 1 orang dari Private Sector Indonesia, 1 orang dari ICA Southeast Asia, dan 1 orang dari ICA project China and Southeast Asia Dari pelatihan dapat disimpulkan bahwa kebijakan hemat energi wajib; pengembangan kebijakan dilakukan pemerintah; pengembangan labelling dan MEPS wajib dilakukan di Indonesia; pemberian insentive dan disinsentive untuk industri; perlunya energi audit. (awg/nda) |
|
|
|
 |
 |
 |
| |
|
| |
|
|
|